Category: SMANKOR Papua

SMANKOR Papua Mempromosikan Tinju Amatir

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com – Sekolah Menengah Atas Negeri Berbakat Olahraga Papua (SMANKOR) kembali menggairahkan kembali olahraga tinju di Papua yang sudah belasan tahun vakum dengan menggelar kejuaraan tinju amatir pelajar se-Provinsi Papua, 5-8 Maret 2020 di Camping Ground (Buper) Waena, Kota Jayapura.

Kejuaraan SMANKOR Cup I tahun 2020 yang sukses digelar ini diikuti oleh 130 petinju putra dan putri dari 18 kabupaten / kota se Provinsi Papua dengan memperebutkan 17 kelas.

Yan Ayomi, Ketua SMANKOR Papua, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali olahraga tinju di Tanah Papua karena pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) dinilai tidak terlalu memfokuskan perkembangannya selama puluhan tahun.

“Kejuaraan tinju amatir antar pelajar di Provinsi Papua ini menjawab kenyataan bahwa selama ini Pertina Provinsi Papua hingga kabupaten dan kota sepertinya sudah melupakan olah raga ini. Tinju belum berkembang dengan baik meski dengan kehebatan manajemen dan sebagainya,” ujar Ayomi saat diwawancarai suarapapua.com di kompleks SMANKOR Papua, Buper Waena.

Ayomi menuturkan, kejuaraan ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk menyalurkan bakatnya di atas ring, tentunya sebagai bagian dari upaya membina potensi atlet muda di Papua.

“Banyak sekali potensi muda, dan itu harus dibina melalui latihan dan kompetisi. Kita persiapkan atlet Papua mulai sekarang,” harapnya.

Sebagai aset penting pemerintah Papua, pihaknya menginginkan dukungan dari berbagai pihak agar SMANKOR mempersiapkan atlet di berbagai cabang olahraga, termasuk tinju.

“Pertandingan tinju ini baru pertama kali, dan tentunya ada kejuaraan regional dan kejuaraan nasional, ini kesempatan bagi para atlet muda kita. Untuk itu kita semua harus mendukungnya,” kata Ayomi.

Salah satu kerinduan Ayomi adalah Gedung Olahraga (GOR) untuk SMANKOR Papua. “Kerinduan kedua yang belum terjawab adalah punya sarana sendiri. Memang selama delapan tahun ini belum ada yang melihat dengan baik,” ujarnya.

Dikatakannya, sejak didirikan SMANKOR dipimpin oleh tiga kepala sekolah. Namun menurutnya hal tersebut belum didukung dengan fasilitas pendukung untuk perkembangan atlet muda '. bakat.

“Saya kepala sekolah keempat, salah satu pertanyaan saya mengapa tidak ada fasilitas yang mendukung olahraga tertentu? Tahun 2019 ini saya harus berjuang keras agar bisa mensponsori anak-anak mengikuti Kejuaraan Nasional di Papua Barat.” Dari 6 petinju kita bisa mendapatkan hasil bagus, yakni satu perak dan dua perunggu, ”tandasnya.

Dari hasil inilah yang memotivasinya untuk memulai kejuaraan tinju ini. Apalagi, kata Ayomi, pada 2020 ada sejumlah perlombaan.

“Kejuaraan ini kami adakan karena dukungan sponsor, kemudian niat dari pihak lain datang untuk memberikan masukan yang positif kepada saya selaku kepala sekolah untuk melakukan sesuatu untuk memajukan tinju dan olahraga lainnya.”

Ayomi berharap dari kejuaraan tinju amatir pelajar ini akan muncul atlet tinju bertalenta yang nantinya diproyeksikan akan membela Papua pada PON XXI tahun 2024 di Sumatera Utara dan Aceh. Selain itu, pada event nasional lainnya terdapat perwakilan dari provinsi Papua.

Mengenai kendala lain yang dihadapinya, Ayomi mengaku tidak terlalu berat karena didukung oleh para orang tua yang selalu mendukung kegiatan di sekolah.

Di tempat yang sama, Rafael Dimara, salah satu eks petinju ringan Papua, mengatakan sudah lebih dari dua dekade tanpa proses pembinaan bagi atlet yunior. Menurut dia, hal tersebut merupakan kerugian bagi Papua yang dulunya dikenal sebagai gudang petinju di tingkat nasional.

Sebut saja nama-nama petinju Papua yang disegani di tingkat nasional dan dunia, antara lain Beny Maniani, Charles Yerisetouw, Carol Renwarin, Menase Bonsapia, Lodwick Akwan, Theo Karubaba, Sepi Karubaba, dan lainnya.

“Kami dulu menang dengan petinju potensial. Sekarang sudah redup. Mengapa demikian? Entahlah, saya sangat bersyukur dengan kejuaraan tinju amatir ini karena bisa menjadi ajang mencari bibit-bibit pendukung tinju untuk provinsi Papua, ”kata Dimara.

Pengurus salah satu sekolah yang tampil pada kejuaraan tinju amatir siswa ini berharap ada kontinuitas sehingga potensi petinju junior bisa dipoles melalui ajang berjenjang.

“Ajang seperti ini bisa digelar lagi nanti. Semoga ada perhatian dari pemerintah untuk banyak menggelar kejuaraan tinju agar bibit-bibit baru bisa dimunculkan agar ke depannya bisa dibina dan menjadi atlet tinju yang baik,” tandasnya.

Rafael menilai hal ini sangat penting agar pengalaman saat ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Di PON XIX Jabar 2016 ini atlet kontrak dari luar Papua. Berlanjut lagi di PON XX 2020, atlet didatangkan dari Maluku dan Ternate. Yang dari Papua bisa dihitung, hanya sedikit,” imbuhnya menyayangkan.

Kekosongan pertandingan tinju di Papua juga dibenarkan oleh Alfred Kayoi, panitia Pertina Pusat untuk juri dan wasit. Menurutnya, hal tersebut harus ditanggapi dengan serius untuk mengembalikan kejayaan petinju asal Tanah Papua di masa lalu.

“Papua adalah saat yang tepat untuk menghidupkan kembali tinju,” harap Alfred.

Reporter: Hendrik Rewapatara
Editor: Markus You

Pian Asso Harurkan Yahukimo di Ring SMANKOR Cup I

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com – Pian Asso, petinju muda asal Kabupaten Yahukimo berhasil meraih medali perunggu pada kejuaraan tinju amatir pelajar di Provinsi Papua untuk memperebutkan trofi Sekolah Menengah Berbakat Olahraga Papua (SMANKOR) 2020.

Tak hanya itu, Pian Asso juga dinobatkan sebagai petinju remaja favorit. Ia bahkan membawa pulang uang pembinaan dari acara yang digelar di SMANKOR Papua, Bumi Perkemahan Waena (Buper), Kota Jayapura, 5-8 Maret 2020.

Prestasi ini membuat bangga Eneas Asso, asisten pelatih tinju yang mendampingi Pian Asso berlatih di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.

Diakui Eneas, materi pelatihan baru diberikan kepada Pian sebulan sebelum mengikuti SMANKOR Cup I di Jayapura. Meski persiapannya belum maksimal, ia sangat bersyukur atas hasil menggembirakan yang telah diraih para petinju miliknya.

“Saya bangga dengan hasil ini karena kami berada di Dekai selama sebulan pelatihan hanya di tempat sederhana. Saya sebatas memberikan materi dasar,” ujarnya kepada suarapapua.com, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: SMANKOR Papua Promosikan Tinju Amatir

Menurut Eneas, Pian berkesempatan tampil di acara ini dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo. “Kami mendapat undangan dari Jayapura, dan dengan bantuan pemerintah daerah kami langsung turun dan mengikuti lomba. Hasilnya cukup memuaskan.”

Setelah itu, tambah Eneas, pada Mei Pian Asso berangkat ke Jayapura karena dipanggil tim Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Papua. Ini karena Pian mendapat gelar petinju remaja favorit.

“Usai penyerahan bingkisan, tim PPLP menyampaikan bahwa kita diundang ke Jayapura pada Mei 2020. Jadi, kado ini kita bawa pulang dan serahkan ke Pemkab secara terbuka, karena selama ini saya juga memberikan pelatihan secara terbuka,” kata Eneas.

Baca Juga: Empat Distrik Ini Tuan Rumah 37 Olahraga PON XX

Ia menjelaskan, sebagai asisten pelatih setelah pelatih kepala meninggal dunia, pelatihan dilakukan di tempat terbuka, tepatnya di kantor bupati lama.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, dan harapan kami semoga bantuan dana kedepan terus ditingkatkan, karena atlet bisa mengharumkan nama kabupaten ini. Mengharumkan nama kabupaten tidaklah mudah karena harus mempertaruhkan hidup dan mati Anda di ring tinju, ”katanya.

Baca juga: Papua Siap Laksanakan PON 2020

Sementara itu, Amsal Siep, mantan petinju yang terpilih menjadi anggota DPRD Yahukimo dan menunggu pelantikannya, mengungkapkan rasa bangganya atas hasil yang dihadirkan Pian Asso pada ajang SMANKOR Cup I.

“Saya juga bangga, tapi juga masukan bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong para atlet dari Yahukimo khususnya tinju agar dilatih dan dikirim bertanding nanti. Melalui itu nama Yahukimo akan lebih dikenal,” kata Amsal.

Amsal berjanji akan melirik potensi muda berbagai cabang olahraga di Kabupaten Yahukimo. “Setelah DPRD dilantik, saya akan angkat bicara untuk perkembangan olahraga di Yahukimo,” kata pria asal Kecamatan Mugi ini.

Baca juga: Di Kapal Feri Pelatihan Pahabol, Pemerintah Kabupaten Yahukimo akan bangun stadion

Pian Asso menyampaikan bahwa hasil dari ajang ini memacu semangatnya untuk terus berlatih menjadi petinju.

Para siswa SMA di Dekai juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, Pemerintah Kabupaten Yahukimo beserta keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung mereka selama latihan dan di ring tinju.

“Hasil ini bukan hanya bagus buat saya, tapi karena restu Tuhan Yesus selalu menyertai saya selama ini. Dan saya juga berterima kasih kepada Kak Eneas Asso yang telah setia melatih saya,” kata Pian.

Reporter: Ardi Bayage
Editor: Markus You