Category: Tanah Papua

KONI Paniai Selenggarakan Pemilihan Ketua Kabupaten Pantim

PANIAI, SUARAPAPUA.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Paniai, Sabtu (21/11/2020) lalu, menggelar Musyawarah Kecamatan (Musdis) I untuk Kecamatan Paniai Timur, bertempat di balai pertemuan kantor Desa Enarotali. , Paniai. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka pemilihan pengurus KONI tingkat kabupaten.

Yanpit Nawipa, Ketua KONI Kabupaten Paniai, menjelaskan tujuan pihaknya membentuk pengurus tingkat kabupaten, tak lain untuk menghidupkan kembali kegiatan olahraga di tingkat kecamatan hingga ke desa.

“Kami melihat semua kecamatan di Paniai, terutama di desa sangat sedikit minatnya terhadap olah raga masyarakat. Jadi, untuk menumbuhkan semangat, sesuai dengan tugas kita sebagai penyelenggara pemerintahan, membentuk pengurus di tingkat kecamatan,” ujarnya dalam sambutannya. sambutan sebelum pemilihan diadakan.

Hadir pada Musdis I ini, Bupati Paniai Timur Alfred Yogi, Anggota DPRD Paniai Ham Yogi dan seluruh pengurus inti KONI Kab. Paniai.

“Nah buat kamu para pemilih, saya minta kamu pilih orang yang bisa menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya kepada pemilih.

Tujuannya, menurutnya, agar olahraga di kabupaten tertua di Kabupaten Paniai ini bisa hidup dan melahirkan banyak olahragawan muda yang bisa mewakili daerah di ajang lokal maupun nasional.

"Tapi ke depan, kalau ketua terpilih tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, saya akan pecat dan segera ganti orang lain. Tetap," ujarnya.

Bekerja untuk ketua terpilih, tegasnya, paling tidak harus melaporkan pekerjaan apa yang sudah dan akan dilakukan dalam sebulan.

“Ini supaya kita bisa tahu apa saja yang kurang dibutuhkan di lapangan untuk diselesaikan. Misalnya kalau voli atau net, mari kita turunkan. Jadi laporannya bisa seminggu, dua minggu atau sebulan sekali. . Jangan lewat dari itu, ”ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa bekerja bukan untuk mengejar uang tetapi untuk melayani. “Kerja jangan memikirkan uang, kerja dulu. Yang penting menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Alfred Yogi, Bupati Paniai Timur, juga menyampaikan harapannya agar kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena sangat penting untuk masa depan.

“Kerjakan dengan baik, apapun tugasnya. Menjaga kepercayaan itu penting, ingat,” ujarnya.

Atas kegiatannya sendiri pihaknya memberikan apresiasi dan menyatakan bahwa sebagai orang nomor satu di daerah, pihaknya siap mendukung segala kegiatan olahraga yang akan dilakukan KONI ke depannya.

Usai keduanya menyampaikan sambutan, dari pantauan, pemilihan umum dilakukan dengan sistem demokrasi. Hasilnya, Poli Magai terpilih sebagai ketua dan Yankeni Yogi sebagai sekretaris daerah KONI.

Poli, ketua umum terpilih, kepada suarapapua.com seusai acara, mengaku siap menjalankan tugas sesuai anjuran pimpinan.

“Saya tidak menjanjikan apakah akan bisa atau tidak, tapi sesuai kemampuan saya akan terus saya lakukan. Kepada anak muda yang telah memilih saya, saya ucapkan banyak terima kasih,” pungkasnya.

Reporter: Stevanus Yogi
Editor: Arnold Belau
Editor: Arnold Belau

Menyambut Sumpah Pemuda, KNPI Wilayah Laapago Akan Gelar Debat dan Lomba

WAMENA, SUARAPAPUA.com – Ketua Panitia Hari Sumpah Pemuda Wilayah Laapago, Yustinus Asso mengatakan, dalam rangka mewujudkan persatuan pemuda di Wilayah Laapago, KNPI beberapa kabupaten dataran tinggi Papua akan menggelar sejumlah perlombaan.

Diantaranya adalah lomba debat antar perguruan tinggi, lomba puisi tingkat SMP dan SMA serta lomba futsal, voli dan basket.

“Kegiatan ini kami ambil dari seluruh KNPI Kabupaten Wilaya Laapago, dan saya selaku Ketua KNPI Kabupaten Jayawijaya sebagai ketua panitia. Ketua KNPI Lanny Jaya sebagai sekretaris panitia, Ketua KNPI Tolikara sebagai bendahara dan lainnya sebagai wakil ketua, koordinator kegiatan , ”jelas Asso kepada suarapapua.com di Wamena, Jumat (18/9/2020).

Asso menuturkan, kegiatan lomba ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pembentukan karakter bagi pemuda dan lainnya, khususnya bagi wilayah Laapago. Kegiatan sumpah pemuda sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2020 di Gedung Otonomi Wamena.

Waktu pendaftaran lomba belum dibuka, karena dalam situasi Covid-19. Pihaknya akan membangun koordinasi dengan pemerintah terlebih dahulu.

“Selama ini kami jujur, KNPI tidak ada dana, jadi kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini instansi terkait. Ada dana KNPI atau tidak. Kalau ada serahkan kepada kami agar bisa kita rayakan. Hari Sumpah Pemuda, "katanya.

Sekretaris Panitia Hari Sumpah Pemuda yang juga Ketua KNPI Lanny Jaya Aman Kogoya mengatakan, apapun yang dibicarakan ketua panitia adalah kesepakatan dan komitmen bersama.

“Papan nama sekretariat sudah dipasang dan kami masih aktif di sekretariat. Jadi informasi terkait kegiatan temu pemuda yang akan berkembang ke depan tetap dicek ke sekretariat,” kata Anam Kogoya.

Reporter: Onoy Lokobal

Editor: Elisa Sekenyap

Upacara Pembukaan dan Penutupan PON Papua Mempersembahkan Standar Asian Games

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com – Acara Pembukaan dan Penutupan ajang bergengsi PON XX Oktober 2021 di Papua akan disuguhkan dengan standar Asian Games Jakarta Palembang.

Ketua Pelaksana Panitia Besar PON Papua, Yunus Wonda, seperti diberitakan aroundpapua.com, mengatakan pembukaan dan penutupan PON akan menjadi standar Asian Games dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh event organizer (EO) di Indonesia untuk mempresentasikan kreativitas mereka.

“Kita ngomongin agenda PON, tapi untuk pembukaan dan penutupnya kita ingin standar seperti Asian Games. Jadi kita berikan ruang kepada semua EO dan ikut serta dalam daftar dan presentasi apa yang sudah mereka draft masing-masing,” kata Yunus Wonda. Kamis (03/09/2020).

Bahkan, para EO yang terlibat dalam pembukaan dan penutupan PON pun diminta menyuguhkan kearifan budaya dan alam Papua, termasuk melibatkan seniman Papua.

“Pastinya akan menonjolkan seniman Papua dan inilah saatnya dan saatnya mereka mengeluarkan bakat dan kreatifitasnya di tanah sendiri. Semua opening dan closing harus melibatkan anak-anak Papua,” terangnya.

Apalagi, menurut pria yang juga Wakil Ketua DPR Papua ini, banyak seniman budaya dan penyanyi Papua yang sudah go internasional.

“Banyak di tingkat Nasional, bahkan Internasional. Jadi harus melibatkan anak Papua, angkat budaya Papua, nyanyian. Ini moment mereka, karena Presiden juga minta agar budaya, alam dan segala sesuatu tentang Papua dimunculkan pada acara ini, "dia menyimpulkan. (*)